Happy reading, gaes .... . . . Sebuah cincin emas putih bertahtakan berlian melingkar indah di jari manis Gita. Tak ketinggalan pula set perhiasan lain yang dipakaikan oleh Tisha, ibunda Alindra. Malam itu rangkaian acara lamaran telah terlewati dengan lancar. Tak tergambar rasa bahagia dalam benak Gita atas segala perlakuan Al beserta keluarga. Mereka seakan mewujudkan impian pernikahan yang tentunya sangat diimpikan oleh setiap perempuan. "Kamu bahagia, Nak?" Mario memasuki bilik sang putri. Sebelumnya ia sempat memerhatikan Gita yang tersenyum sendiri sembari memandangi cincin yang tersemat di jari. "Papa?" Gita sedikit terkejut dengan kehadiran sang papa yang secara tiba-tiba sudah berada di dalam kamarnya. Pria renta itu pun mengambil tempat di sebelah Gita. Ia merangkum wajah

