Happy reading .... . . . Langkah kaki Gita terhenti di area dapur. Ia mengedarkan pandangan melihat apa saja yang berada di ruangan tersebut. Tampak sang mertua tengah berkutat dengan kompor dan penggorengan. Sedangkan dua ART nya bertugas mengupas dan memotong beragam bahan masakan. "Pagi, semua," sapa Gita, terdengar ceria. "Pagi, Non," sahut dua orang ART. "Pagi, Sayang," timpal Tisha, tersenyum senang melihat rona bahagia terpancar di wajah menantunya. "Masak apa, Ma?" tanya Gita, menghampiri ibu mertuanya. Alih-alih menjawab, Tisha malah balik bertanya, "Kamu bisa masak, Sayang?" Gita mengangguk, "Bisa. Tapi, masakan sederhana aja. Waktu itu masak makanan yang kata Mama kesukaan Kak Al, Gita minta bantuan Mbak Anah," papar Gita. "Siapa Mbak Anah?" tanya Tisha, dengan menger

