Dor! Dorr! Alvaro menunduk, bersembunyi di balik sebuah tembok. Pria itu menjatuhkan tubuhnya, nafasnya bergerak turun kelelahan walaupun begitu tangannya tak bisa diam, mengganti isi senjata dengan kecepatan tinggi. Pria itu kembali menarik nafasnya panjang lalu sesuai dengan tempo, pria itu kembali keluar dari tempat persembunyiannya, netra matanya bergerak melihat ke arah musuh lalu tanpa membuang waktu menembak ke arah lawannya yang sedang menyumput dibalik box-box, sisa dari peninggalan gudang tua bekas penyimpanan pesawat terbang saat ini mereka berada. Dor! Dor! Dor! Alvaro kembali bersembunyi, mengatur nafasnya lagi agar tak membuatnya cepat tumbang. 1 entah lawan berapa sekarang sebab ia merasa sudah banyak menjatuhkan lawan. Ia mungkin tidak akan menang melawan mereka deng

