Part 41

1847 Kata

“Ayah deluan yang masuk, baru Mas.” “Enggak, Mas deluan aja yang masuk. “Ayah aja.” “Mas.” “Ayah!” seru Rayyan. “Anak kecil enggak boleh ngelawan orang tua,” peringat Ansell membuat bocah laki-laki itu manyun. “Ayah yang lebih tua, jadi masuk deluan,” balas Rayyan lagi membuat Ansell memasang wajah masam. “Kita masuk berdua, gimana?” usul Ansell membuat Rayyan diam sebentar, pria kecil itu mengerutkan dahinya seolah tengah memikirkan sesuatu yang berat membuat Ansell terkekeh gemas. “Oke!” angguk Rayyan. Kedua laki-laki itu kemudian keluar dari mobil, mereka berhenti di depan pagar rumah lalu menarik nafas panjang. Ansell dan Ray berjalan sambil bergandengan hingga sekarang berada di depan pintu. “Ayah yang ketuk.” Ansell mengangguk, pria itu kemudian mengetuk pintu pelan. Kedua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN