“Kami senang sekali bisa bekerja sama dengan perusahan Pak Ansell.” Ansell mengangguk, menjabat tangan pria paruh baya yang menjadi rekan bisnisnya. Mereka baru saja mendiskusikan tentang pembuatan hotel di salah satu tempat yang tidak jauh dari sumber pariwista. Semuanya berjalan lancar hingga akhirnya kerja sama terjalin. “Kalo begitu saya permisi dulu,” kata rekan kerjannya. “Ayo, saya antar Pak,” ujar Ansell sambil mengantarkan Pak Hutomo bersama Sekretarisnya hingga ke area lobi perusahaannya, kebetulan jam sudah menunjukan jam makan siang sehingga Ansell mungkin akan sekaligus mencari makan. “Apa Pak Ansell sudah memiliki kekasih?” tanya Pak Hutomo dengan nada santai saat mereka memasuki lift untuk turun ke lantai bawah. “Saya sudah memiliki seorang isteri dan sebentar lagi akan

