Part 32

1691 Kata

Aroma roti yang baru saja dipanggang memenuhi toko itu kala Ansell masuk ke dalamnya. Banyak jenis roti yang ditawarkan disana, para pelanggan bahkan boleh langsung mengambil dengan keranjang yang telah disedialan namun pria itu tidak berminat untuk melihat-lihatnya. Ansell langsung menuju tempat pemesanan. “Mbak, saya pesan roti selai coklat dan selai stroberi,” pesan Ansell pada pelayan. “Maaf sekali, Kak. Roti selai coklatnya sudah habis,” tutur pelayan itu membuat Ansell seketika terbayang dengan wajah kecewa Anwa. Ck, bagaimana ini? “Apa tidak ada tersisa satu pun, Mbak?” tanya Ansell lagi. “Saya mau kok menunggu kalo masih dibuat.” “Tidak ada, Kak. Dan, untuk roti selai coklat produksinya hanya sampai jam tiga sore,” kata pelayan itu lagi membuat Ansell mengangguk. “Mbak saya ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN