Galau 28

2194 Kata

  Begitu aku masuk kantor pagi ini, hal pertama yang aku sadari adalah ekspresi para penghuni kantor ini. Aku melihat aura kesedihan terpancar jelas di wajah masing-masing. Dua hari yang lalu aku sudah menyetujui perpindahanku ke Bima. Artinya dua minggu ini akan jadi minggu terakhir aku berada di kota ini. "Ada yang meninggal apa, kok mukanya pada bermuram durja begitu?" candaku pada mas Toni yang sedang nongkrong di ruangan mbak Fitri. "Kamu itu ..., sempet-sempetnya mbanyol, nduk," kata mbak Fitri. Belum sempat aku membalas ucapan mbak Fitri pundakku ditepuk pelan oleh pak Totok. Aku balas tepukan itu dengan sebuah cengiran. Kedatangan boscab membuat mas Toni beranjak dari kursinya lalu menyingkir secara teratur dari ruangan ini. Mbak Fitri dan boscab akan membuka lemari besi. Diman

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN