Kinar membereskan laptop dan berkas-berkasnya yang lain. Pekerjaannya dengan Niken sudah selesai dan dia tidak mau berlama-lama di dekat wanita yang ingin mendapatkan Arya kembali. “Aku mau ngeprint dulu, Mas. Printernya di mobil Mas Arya?” tanya Kinar. “Iya. Biar aku temani, ya!” jawab Arya. “Ngga usah, Mas. Aku bisa ambil sendiri kok! Mas Arya kan masih harus mengecek pekerjaan Niken juga,” potong Kinar sambil melirik Niken yang semenjak tadi wajahnya ditekuk sampai kusut. “Aku juga mau ambil barang-barang yang ketinggalan di mobil!” Arya mencari alasan. Niken memandang kepergian Arya dan Kinar dengan kemarahan. Barang-barangnya dibanting dan dilempar ke atas meja, lalu Niken sibuk memainkan ponselnya. Arya dan Kinar berjalan bersisihan. Ada getaran di hati Kinar, Arya memang lelak

