Arya dibuat darah tinggi karena permintaan Niken yang macam-macam. Selain mengurusi timnya, Arya jadi seperti punya momongan, yaitu Niken. Mengurus keinginan Niken sudah seperti mengurusi anak balita yang maunya ini itu. “Apalagi?” tanya Winda saat Arya bermuka masam. “Saat pembukaan pusat informasi, tidak semua boleh ikut! Hanya dibatasi dua orang!” jelas Arya. “Aturan siapa itu?” tanya Winda geram. “Katanya Pak Han sudah koordinasi dengan Pak Kades!” jelas Arya. “Konfirmasi ke Pak Han dong, Ar! Sepertinya Niken itu kok pengen banget menjatuhkan Kinar, ya? Jangan-jangan nanti ada aturan, dua orang yang boleh datang ke pembukaan pusat informasi adalah yang berjenis kelamin laki-laki?” ucap Winda kesal. “Iya, ini aku lagi berusaha hubungi Pak Han. Kinar mana?” “Lagi beli tinta printe

