Kepingan kaca sudah dimasukkan ke dalam wadah keramik. Kinar juga merapatkan tutupnya dengan karet gelang kemudian membungkus rapat wadah itu dengan kain. Tak lupa, Kinar memasukkannya ke dalam laci meja. Kinar tertidur lelap. “Kinar… tolong aku! Aku tidak bisa melanjutkan semua ini tanpamu. Aku hanya seorang perempuan desa yang menjual bunga untuk sesaji persembahan kepada para Dewata. Kembalilah Kinar! Kembalilah….” Kinar terbangun dari tidurnya. Napasnya terengah-engah, Kinar seperti bermimpi dikejar-kejar oleh Selir Wangi. Kinar segera mengambil segelas air putih yang selalu dia sediakan di nakas sebelum tidur. Kinar sadar malam ini dia tidak berpindah ke masa lalu. Tebakan Kinar rupanya benar, dengan menyimpan kepingan kaca itu rapat-rapat, Kinar tidak mengalami perjalanan ke masa l

