“Dis, nanti temenin gue, ya,” pinta Cila kepada gadis itu. Disa yang baru saja menyendokkan bakso ke dalam mulutnya pun menatap temannya serius. “Temenin ke mana? Toko buku lagi?” responnya. Beberapa hari ini memang keduanya sering mendapat tugas kuliah dan Cila sempat mengajak Disa ke toko buku untuk referensi tugas-tugasnya. “Bukan. Ini soal Putra,” jelas temannya itu dengan suara rendah agar orang lain tidak bisa mendengar percakapan mereka. “Jangan bilang lo mau jadiin gue obat nyamuk lagi? Ogah!” tolak Disa langsung. Beberapa hari lalu saja dia menjadi obat nyamuk, namun untungnya ada Rain saat itu. “Kok gitu, sih, Dis,” kata Cila dengan nada memelasnya. “Lo udah janji mau temenin gue. Dan lo pun tau pedekate gue gagal karena kakak lo itu. Please, temenin gue, ya? Janji, deh,

