Rain temenung di dalam kamarnya sambil menatap potret diri Disa yang tidak pernah dia pindah dari kamarnya ini. Pria itu setia menatap wajah wanita yang hingga saat ini tidak pernah keluar dari hatinya. Wanita yang sangat ia cintai. Wanita yang beberapa hari yang lalu mematahkan hatinya. Wanita yang kembali membuat hatinya teras perih karena merasakan patah hati kembali. Hidup pria ini seakan tidak pernah jauh dari kata patah hati. Entah sudah berapa kali hatinya dipatahkan oleh kaum wanita. “Dis, ini aku Rain. Kamu masih ingat aku, kan?” tanya pria itu. Disa pun sempat akan goyah, namun wanita itu sekali mencoba meyakinkan hatinya kembli. “Ingat,” jawabnya tampak acuh. “Aku kangen banget sama kamu, Disa.” Wanita itu pun memutar bola matanya malas. “Iya aku tau.” “Ayo, Dis kita pulang

