“Aku berangkat dulu, Sayang,” pamit Rain ketika jam sudah menunjukkan bahwa dirinya harus segera berangkat ke kantor. Meskipun perusahaan itu adalah milik Bima dan sekarng sudah diwariskan kepadanya, tetapi dia tidak akan seenaknya. Pria itu tetap masuk seperti karyawan biasanya. Ini juga sebagai bentuk contoh yang baik bagi para pekerja yang ada di kantornya. Disa pun mengantar Rain seperti biasa sampai di ambang pintu. Dia juga sebentar lagi akan mengantar Aqilla ke sekolah jika gadis kecil itu telah selesai dengan sarapan miliknya. Disa sepertinya mulai menikmati perannya sebagai ibu dengan baik. Rain mengandarai mobilnya dengan santai. Dia memang tidak pernah mempekerjakan supir untuk mengantarnya ke sana ke mari. Karena menurutnya hal itu tidak perlu kalau dirinya masih bisa meng-ha

