"Kenapa aku ada di sini?!" Dengan jelas Emran mendengar suara arwah yang berdiri di ujung ruangan sana. Seorang anak remaja yang terlihat marah. Auranya begitu kuat dan membara. Tatapannya penuh kebencian yang membuat Emran terdiam dengan berbagai tanya. Emran melihat, remaja itu kembali melempar piring dan dia langsung bisa mengelak. Bu Latifah yang melihat itu pun sudah gusar. Dia kembali berteriak agar sang arwah mau menghentikan ulahnya. "Andre, berhenti melempar barang-barang, Nak. Kau bisa melukai orang-orang. Tolong jangan membuat ibu susah, Nak. Tolonglah ...," Bu Latifah ingin menangis saat meminta anaknya - yang sudah menjadi arwah itu - berhenti mengamuk. Tetapi tampaknya sia-sia saja. Emran masih diam juga. Kali ini arwah remaja itu melihat ibunya dengan tatapan penuh harap

