Tak banyak yang benar-benar diingat Qisya tentang Pak Diman selain hal-hal yang umum dan ketika ia sempat bertukar kabar dengan Irfan. Tapi satu hal yang paling membekas di benaknya adalah apa yang Pak Diman lakukan untuk Irfan, terutama kejadian ketika Irfan sempat mencoba bunuh diri dengan menelan semua obat-obatan yang ada di lemari obat rumah mereka. “Tentu saja Pak Diman yang pertama tahu, dan langsung menemukan Mas Irfan tergeletak sekarat di lantai,” gumam Qisya, berusaha membayangkan apa yang baru saja ia ceritakan. “Entahlah apa yang ada di pikiran Mas Irfan sampai bertindak sebodoh itu. Tapi mungkin dia sudah sangat depresi dan tidak sanggup menahan beban pikirannya lagi.” “Aku sendiri tahu dari Papa dan Mama yang baru pulang menjenguk Mas Irfan di rumah sakit. Mereka bilang, M

