Jam masih menunjukkan pukul tiga sore saat Digo memutuskan untuk pulang dari kantor. Digo juga sudah berpesan pada Ratna sekretarisnya jika ia akan pulang cepat sakit ini. Sepanjang perjalanan pulang senyum terus tersungging di bibir Digo. Serasa terlepas dari himpitan beban yang berat, Digo lega luar biasa. Tapi dalam hati ia agak menyesal karena ia sudah agak kasar pada Kathryn. Bukan karena ia masih ada perasaan pada Kath, tetapi lebih ke perasaan Digo yang senang terima kasih jika karir dan imej yang selama ini dibangun oleh mantan kekasihnya itu harus dihancurkan tiba-tiba karena ulahnya sendiri. Digo juga tidak menyangkal jika Kath sangat berani sekali, lebih dua tahun mencoba saja Digo tak pernah lebih dari sekedar ciuman. Bisa dihitung dengan jari berapa kali ia pernah berciu

