Part 53

1439 Kata

“Morning!” pekik Daiva tepat jam lima pagi. Suaminya yang meminta untuk dibangunkan jam lima karena ada pertemuan dengan klien di daerah Tangerang jam tujuh pagi. Alasan akan take off jam sepuluh dijadikan alasan kuat kenapa harus bertemu jam sepagi itu. “Ayo bangun! Jangan tidur lagi! Kamu yang suruh aku buat bangunin jam lima dan ini udah jam lima. Ayo, Mas! Bangun, iiiiih!” Tangan kirinya dia angkat dan dia tarik tubuh istrinya untuk mendekat. Hingga akhirnya Daiva terjatuh di atas suaminya dengan tangan yang tadi menariknya sekarang sudah memeluknya. Matanya Naresh masih tertutup, tetapi bibirnya tersenyum. “Hai, Istri! Sudah jam lima, ya?” tanya Naresh dengan suara yang masih sangat serak. Daiva pun mencubir kulit lengan suaminya dan membuat Naresh membelalakkan matanya. Setelah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN