Part 52

1729 Kata

“Aku nggak mulai bahas itu lagi, Mas. Semua obrolan memang akan selalu mengarah ke sana dan sangat sulit bagi aku untuk menghapus tag itu di diri aku yang sekarang,” bantah Daiva. Emosinya mulai memuncak, tetapi sebisa mungkin dia tahan sebab ini akan menjadi masalah baru jika dia terus emosi. Kali ini, Naresh memang benar. Daiva egois. Jika saja Daiva bisa menahan diri untuk tidak mengatakan hal itu, mungkin saja perdebatan kali ini tidak akan pernah terjadi. Mungkin Naresh akan lanjut ke permasalahan berikutnya atau mungkin pulang ke rumah. Bukannya tetap di sana dengan wajah yang ditekuk. “Mas, kamu harus tahu. Sejak Ibu ngomong itu, semuanya emang udah berbeda. Aku sadar diri. Ini bukan menyalahkan Ibu, justru aku yang sadar kalau memang semua perkataan Ibu benar. Aku hanya bersaha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN