“Terima kasih, ya. Hari ini lu udah mau repot nemenin gua jalan-jalan. Padahal di kafe sendiri banyak urusan,” kata Daiva yang masih duduk di belakang setir kemudi. Resti di sebelahnya menjawab dengan senyum. Tangannya terulur dan mengelus pelan pundak Daiva. “It’s okay. Gua seneng bantu lu, Va. Cerita sama Raka, ya! Jangan diem aja! Nanti gua yang cerita kalau lu diem melulu!” “Rees ....” “Kidding!” Resti pun tertawa singkat sebelum mengakhiri pertemuan mereka dengan cipika-cipiki. “Hati-hati di jalan! Kalau nemu lobang dilewatin, jangan diterobos!” Setelah itu, Daiva meninggalkan area perumahan tersebut. Dengan senyum yang masih merekah dan suasana hati yang mulai tenang. Tidak ada lagi pikiran tentang masalah kemarin. Semuanya sudah tenang dia bicarakan dengan sahabatnya. Mertua

