Part 48

1918 Kata

Sudah cukup perdebatan semalam untuk menguras emosi Daiva dan Naresh. Seolah tidak ada habisnya jika dibicarakan. Egois, emosi yang selalu mau dikedepankan adalah satu-satunya alasan perdebatan itu tercipta. Apa yang terjadi jika saja Daiva semalam ikut emosi? Bukan berarti perdebatan akan semakin panas dan mungkin perempuan itu akan menambah daftar keburukannya sendiri dari orang yang membencinya, mertuanya sendiri. Namun, diamnya dia juga bukan berarti tidak terlepas dari masalah. Daiva terus memikirkan apa yang mertuanya pikir setelah makan malam kemarin. Bisa saja Lusiana berpikir kalau Daiva adalah penyebab anaknya membangkang. Bisa saja Lusiana berpikir kalau Daiva menghasut anaknya untuk terus membela Daiva daripada ibunya sendiri. Mungkin bisa jadi juga kalau Lusiana berpikir tent

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN