Setelah semua yang terjadi, tetap saja mereka berdua bisa bersikap biasa saja, Naresh dan Sekar. Saling tidak kenal di hadapan Daiva, saling tidak menyapa, dan saling tersenyum seolah layaknya orang yang kenal hanya sebatas nama atau mungkin mencoba untuk menahan diri masing-masing agar topeng yang mereka buat terlihat sempurna di hadapan Daiva. Padahal yang sebenarnya terjadi mungkin sudah terlampau jauh karena kalau tidak salah ingat, Daiva pernah melihat Sekar yang menggenggam tangan suaminya di restoran dan suaminya yang tidak melarang sama sekali. Benarkah itu terjadi? Sepertinya begitu, ingatan Daiva belum terlalu tumpul untuk mengingatnya. Dia tahu kalau tadi mungkin sebuah kesempatan besar untuk Sekar dapat bertemu sepasang suami istri tersebut. Sebab setelah semuanya terjadi, k

