Dalam kurun waktu semalaman, Daiva sudah tidak bisa menahan emosi yang kian lama kian meningkat. Memenuhi ujung kepalanya seolah ingin meletus dan memuntahkan emosinya dengan berteriak atau pun menangis. Dia tidak bisa seperti ini. Apalagi saat melihat suaminya tertawa karena berbicara dengan Sekar. Daiva tahu kalau semua ini hanyalah akal-akalan dari Sekar. Mungkin juga ini ada sangkut pautnya dengan mertuanya. Sehingga sekarang hanya Daiva yang terpaksa harus mengikuti permainan mereka. Dear dairy, Aku tahu kalau setelah ini akhirnya apa. Aku tahu kalau akhir dari pernikahan yang baru ini adalah perpisahan. Aku sudah tahu karena melawan mertua yang sangat tidak merestui hubungan kami memang sulit dan begitu banyak kesalahan aku di matanya. Bagaikan mencuci di kolam tinta. Tetap sa

