Part 71

1983 Kata

Tiap napas yang dia hembuskan, mendukung degup jantungnya yang semakin lama semakin meningkat. Duduk di hadapan mertuanya yang memberikan senyuman manis dan berada di ruangan yang sama dengan Sekar, perempuan yang sedang mengancam kehidupan pernikahannya. Apa lagi yang belum dia rasakan? Sepertinya dia sudah menerima semua kenyataan pahit di dunia, apa ada yang terlewat? Sepertinya semuanya sudah. Mungkin hanya satu yang belum. Satu hal yang tidak akan pernah mau Daiva ingat bahkan pikirkan di benaknya saat dia sendirian. Itu juga alasannya kenapa Daiva selalu menghubungi Resti untuk menemaninya saat dia sendirian. Jika Resti tidak bisa dihubungi, Daiva akan ke rumah iparnya dan bermain dengan Yusuf. Yang paling parah jika Yusuf sedang sekolah, Daiva akan memikirkan hal itu terus sepanjan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN