Lusiana Menyerah

2009 Kata

Sekar terus melaporkan masalah ini ke kantor polisi. Entah apa yang dia rencanakan sebenarnya dari awal pun Lusiana tidak tahu. Sekarang wanita tua itu seperti manusia yang sangat kehilangan semangat, dikecewakan oleh orang yang sangat dia percaya. Kalau dia seperti ini, mungkin akan ada banyak orang yang bilang, “Makanya jadi orang jangan terlalu mudah untuk percaya dengan orang lain. Jangan juga mencampuri urusan anak sendiri yang sudah menikah.” Masih banyak lagi kata makanya-makanya dan jangan yang akan mereka ucapkan. Semalaman Lusiana merenungkan perbuatannya. Dia kembali pulang ke rumah dan tentunya Fahmi menolak kepulangan istrinya. Perempuan itu pun tidur sendirian di kamar yang lain, tidak bersama dengan suaminya. Sudah pantas dia menerima itu semua. Dia layak mendapatkan huku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN