Sabrina mendadak terbangun dari tidurnya saat samar-samar didengarnya seseorang memanggil namanya. Kedua matanya telah terbuka, namun tubuhnya sama sekali belum bergerak. Terlebih dahulu dipastikannya apakah suara itu mimpi atau bukan. "Sabrina!" Suara itu kembali terdengar yang membuat Sabrina yakin itu nyata dan bukanlah mimpi belaka. Sabrina terduduk sejenak di atas tempat tidurnya, sebelum ia memutuskan untuk keluar kamar dalam keadaan setengah sadar. Di luar kamar, diliriknya jam dinding yang menunjukkan pukul setengah satu dini hari, lalu dilihatnya Katrina yang juga ikut keluar dari kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Sabrina. "Siapa sih tuh malam-malam manggil-manggil nama gue?" tanya Katrina sambil sesekali mengucek mata. "Kok nama lo?" Sabrina bertanya bingung. "Perasaan

