"Ga... Gara?" tanya Katrina amat terkejut dan sedikit tak percaya. Walaupun belum pernah melihat wajahnya, tapi beberapa hari sibuk dengan urusan pemakaman mama Gara membuat cewek itu sedikit banyak tahu mengenai siapa Gara. "Dia... mabok?" tanya Katrina lagi. "Kayaknya," desah Sabrina yang lagi-lagi merasa bersalah. Ia tahu apa yang terjadi pada Gara ini semata-mata karena perbuatannya, karena kecerobohannya. "Te... rus?" tanya Katrina menunggu keputusan Sabrina. "Kita temuin dia, apa kita biarin aja?" "Biar gue telepon Kak Rama!" tukas Sabrina. Di saat-saat seperti ini, entah kenapa nama Rama yang pertama kali terlintas di benak Sabrina. Ia berlari masuk kembali ke rumahnya dan buru-buru mengambil ponsel di kamarnaya. Katrina ikut mengekor di belakang, dan cewek itu dikejutkan oleh s

