45 [Crazy Seniority]

817 Kata

Sabrina dengan sabar duduk tenang memandangi jalanan. Ia masih terus menyimpan harapan bahwa Rama akan datang bersama dengan Gara sesuai dengan yang ia inginkan. Walau empat jam telah berlalu semenjak kedatangannya ke halte itu dan di sana tetap tidak ada tanda-tanda Rama akan segera datang, namun Sabrina tetap bertekad tidak akan pulang sebelum masalah ini terselesaikan. Memandang jalan raya yang dipenuhi lalu lalang kendaraan di hadapannya, mau tak mau pikiran Sabrina pun ikut melayang ke kejadian menyakitkan yang menimpa dirinya akibat kecerobohannya sendiri beberapa waktu yang lalu. Sabrina masih ingat betul obrolan singkat dan menyenangkannya bersama mama Gara. Sabrina masih ingat betapa hangat senyuman wanita itu, betapa ramah sikapnya, betapa baik hatinya dia hingga rela kehilangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN