33 [Crazy Seniority]

419 Kata

Matahari masih belum terlalu tinggi saat upacara pemakaman itu berlangsung. Semua berjalan khidmat dan sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Sabrina berdiri di barisan paling depan, dengan memegangi bingkai berisi foto Mama Gara yang tampak masih muda. Di sebelah kirinya berdiri bibi Gara yang membawa keranjang bunga. Sejak mama Gara dibawa pulang dari rumah sakit, maka wanita itulah yang menjadi sangat sibuk. Selain sibuk menata hati untuk tabah dengan kenyataan menyakitkan itu, ia juga sibuk mengurusi segalanya. Mulai dari mengabari sanak saudara dan keluarga, sampai belanja keperluan pemakaman. Semua itu dilakukannya seorang diri karena dialah satu-satunya saudara yang dimiliki mama Gara. Sementara untuk saudara dari ayah Gara sendiri, tak ada satu pun yang menetap di Jakarta. Se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN