Semuanya berjalan begitu cepat, bahkan kejadian itu hanya berlangsung kurang dari satu detik saat Sabrina merasakan tangan halus itu menariknya, mendorongnya, dan membuatnya jatuh tersungkur di trotoar jalan. Sabrina bingung. Sabrina linglung dan tak bisa fokus pada apa pun selain majalah remaja yang mendarat satu meter di hadapannya. Majalah itu telah sempat diraihnya sedetik yang lalu, namun harus kembali terlempar saat Tante itu mendorong punggung Sabrina entah atas sebab apa. Sabrina bangkit berdiri dan merasakan perih di sikunya. Ada luka baret berhias sedikit darah di sana begitu Sabrina mengeceknya. Itu bukanlah masalah besar, hingga Sabrina memutuskan untuk mengabaikannya dan memilih memungut majalah yang terbuka tak berdaya di atas trotoar jalan. Sabrina berdiri dan berbalik bad

