Ponsel Tante yang ada dalam genggaman Sabrina bergetar. Saat itu Sabrina tengah berdiri di samping ranjang wanita penyelamatnya, memandang dan tak henti berdoa untuknya dengan berlinang air mata. Sungguh kini Sabrina sangat menyesali kecerobohannya yang lari ke tengah jalan hanya untuk mengambil majalah yang kalaupun rusak terlindas masih bisa dibelinya lagi. Ya, saat majalah itu rusak, Sabrina bisa dengan mudahnya pergi ke toko buku dan membeli yang baru. Namun saat nyawa Tante itu terancam akibat kecerobohannya, maka untuk meyelamatkan dan menyembuhkannya seperti semula jelas tak semudah membeli majalah baru di toko buku. Dan untuk itu Sabrina kini sungguh menyesal dan berharap waktu bisa diputar kembali. Getaran di ponsel itu cukup mengagetkan Sabrina dari lamunannya. Sejenak ia terk

