30 [Crazy Seniority]

561 Kata

Gara yang tadi duduk segera berdiri dan berlari menghampiri dokter itu. Sabrina segera menyusul di belakang dengan kedua mata sembab sisa tangisnya barusan. "Kami telah berusaha semampu kami, tapi tetap saja hasil akhirnya Tuhan yang menentukan," ujar dokter itu penuh teka-teki. "Maksud Anda apa, Dok?" Gara bertanya dengan tak sabar dan sarat akan emosi. Dokter itu menarik napas panjang sebelum menjawab, "Kami sangat menyesal mengabarkan bahwa operasi ini gagal. Kondisi pasien..." "Apa? Gagal?" sela Gara dengan emosi yang sulit dikontrol. Kedua tangannya kini menarik kasar kerah jas yang tersembunyi di balik kostum hijau dokter itu, menuntut adanya penjelasan. Dokter yang mungkin telah biasa menangani hal semacam ini, tetap bersikap tenang sambil memandang iba pemuda di hadapannya it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN