WARNA langit berubah ketika sanga fajar muncul dari ufuk timur. Sinar matahari mulai menyinari dunia. Sepasang mata terbuka karna silaunya sinar matahari yang masuk menembus kaca jendelanya. Asya berusaha untuk menyadarkan dirinya, lalu ia dengan segera mengubah posisinya menjadi duduk. Yah, hari ini ia harus bekerja. Setidaknya melakukan pekerjaan seperti memasak mungkin? Senyumnya mengembang membayangkan anaknya lahir, astaga Asya benar-benar bersemu saat ini. Sebenarnya ia berharap tuhan memberinya anak perempuan, agar ia bisa mengajarkannya untuk tetap menjadi lembut dan cantik tentunya. Tapi tidak salah juga jika yang lahir nanti berjenis kelamin lelaki. Pasti anaknya tampan, yah! Seperti- Asya termenung. Seketika hatinya berdenyut menyadari kenyataan. Mungkin anaknya tidak akan s

