43. Kembali akur

1087 Kata

SETELAH selesai, Fano langsung ingin pulang. Ia malas berbasa-basi dengan orang. Belum tentu orang benar-benar mempedulikannya. Langkahnya terhenti saat Zafran dan Andi memanggilnya membuat Fano mendengus kesal. Sedangkan Zafran menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Fan, lo nggak apa-apa?" Tanya Zafran sedikit canggung. Apalagi raut datar Fano membuat keduanya merinding. "Nggak," jawabnya singkat saat ia hendak membuka pintu mobil, namun di tahan oleh Andi. "Fan. Hubungan lo sama Asya gimana? Apa dia-“ "Lo tau dari mana?" Potong Fano membuat Andi terdiam sejenak. Ia belum menangkap dari kata-kata Fano. Namun seketika ia mengerti. "Oh, Tasya sendiri yang ngazih tahu gue. Gue tahu lo lagi dalam suasana yang nggak baik, intinya jangan nyerah ya bro. Pertahanin terus." Ucapan Andi membu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN