SETELAH acara peluk-pelukannya dengan Alex, Asya kembali ke apartement dengan keadaan kacau. Matanya bengkak, hidungnya merah, tatapannya kosong dan yang lebih parahnya hatinya sangatlah sakit. Ia terus melangkahkan kakinya sampai di pintu apartement. Belum sempat ia membukanya, seseorang dari dalam sudah membukanya terlebih dahulu dan kini tatapan keduanya bertemu. Asya masih terdiam di depan pintu sedangkan Fano menatapnya terkejut lalu memeluk asya erat-erat. "Lo dari mana aja?! Kan udah gue bilang jangan kemana-mana. Kenapa lo nggak dengerin?!" Omelnya lalu menarik Asya yang masih terdiam untuk masuk ke dalam apartement. Setelah di dalam, Fano melepaskan cekalan tangannya. "Sya? Lo abis dari mana?" Tanya Fano khawatir. Asya menggeleng pelan. "Maafin aku Fano..." "Jangan minta maaf

