AUTHOR POV Sesampainya disana, Fano dengan langkah santai memasuki rumahnya. Suasananya masih sama, untungnya dia sudah memanggil beberapa pelayan untuk sementara waktu membersihkan tempat Erika, walaupun traumanya masih ada sedikit, Fano tidak terlalu peduli. Erika tengah berbaring, kata dokter yang tak lama di panggilnya, darah tinggi Erika kambuh. Bisa dikatakan Erika mempunyai penyakit keturunan dari nenek Fano. Dengan perlahan namun pasti, Fano melangkahkan kakinya memasuki kamar dimana Erika tengah terbaring. Mendapati kedatangan Fano, Erika menghela nafasnya. "Untuk apa kamu kesini?" Suara dingin Erika tak di gubris sama sekali oleh Fano ia tetap menghampiri Erika lalu mendudukan bokongnya di dekat Ibunya. "Mama jangan banyak pikiran," ucap Fano pelan. Erika membuang mukanya ke

