FANO sekarang tengah mengemudikan mobilnya, seraya mempererat genggamannya pada stir. Rasanya ia marah, benci, dan emosi yang menjadi satu. Kenapa menyakitkan? Sial, Fano terus mempercepat mobilnya sampai akhirnya sampai di rumah. Hampir 3 jam ia mengemudikan mobilnya hanya untuk mencari Asya. Menelponnya hampir 15 kali dan nyatanya ponselnya di tinggal di rumah olehnya. Hal itu juga sudah membuat Fano khawatir takutnya ada hal yang tidak di inginkan terjadi pada Asya. Fano takut...Asya diculik atau yang lebih parahnya, dia kembali melakukan percobaan bunuh diri. Membayangkan itu saja sudah membuat Fano frustasi. Ia terus mencari dan mencari sampai pada saatnya ia melihat seorang perempuan berada di toko buku dan lebih parahnya dia bersama dengan seorang lelaki. Fano tidak tahu siapa o

