16. Maafan

1232 Kata

"Gila lo lari pagi berdua?" Suara itu keluar dari mulut Zafran sedangkan Andi hanya menggeleng tidak percaya dengan apa yang keduanya lakukan. "Ya emangnya kenapa sih, Fran,” balas Tasya sengit. Sedangkan Fano hanya terdiam seraya menatap ponselnya tidak peduli. Entah mengapa setelah mengatakan kata-kata menyakitkan itu pada Asya, Fano jadi merasa bersalah. Namun, rasa cemburu yang ia rasakan begitu mendalam sampai membuatnya kalut dan emosinya menjadi tidak terkontrol. Fano juga tidak tahu kenapa ia sangat marah dan emosi ketika Asya dekat dengan lelaki lain. "Mami lo pergi, Fran?" Tanya Tasya, lalu Zafran menoleh, "iye, napa emang?" Tanyanya balik. "Nggak. Fano aku buatin minum dulu bentar ya,” tutur Tasya lalu pergi ke belakang menuju dapur. Setelah kepergiannya, baru lah Andi bersu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN