ASYA tersenyum bahagia saat Fano mengajaknya berjalan-jalan di taman dekat rumahnya. Angin berhembus kencang menerpa wajah Asya dan Fano saat ini. Rasanya ia tidak ingin kebersamaan ini berakhir begitu saja. "Fano! Aku boleh minta tolong, nggak?" Pertanyaan Asya langsung di angguki oleh Fano. "Mau minta tolong apa?" Suara berat Fano membuat d**a Asya berdebar. Fano terlalu tampan untuknya dan dirinya terlalu beruntung bisa mempunyai Fano. "Kenapa bengong?" Dengan segera Asya tersadar, ia tersenyum watados membuat Fano mendengus malas. "Aku minta fotoin, boleh?" Tanpa ragu Fano langsung mengangkat ponselnya membuat Asya menyerngitkan dahinya bingung. "Kok pake hape kamu? Pake hape aku aja, Fan." "Mau di foto atau enggak sama sekali?" Ujar Fano cepat, membuat asya mau tidak mau menghe

