46. Asya pergi

1256 Kata

ASYA POV AKU menatap suamiku yang tengah tertidur cukup tenang di sofa tanpa pergerakan sedikit pun darinya. Sepulang kuliah, Fano langsung terbaring begitu saja. Pastinya Fano sangat lelah, aku sudah menduga dari cara ia berjalan tadi. Dengan perlahan aku menyelimutinya, mencoba untuk tidak membangunkannya. Senyumku muncul saat Fano malah membalikkan tubuhnya membelakangiku. Aku menatap Fano lekat-lekat, lalu mengelus rambut Fano yang berantakan. Suara notif ponsel membuat aktivitas tanganku yang sedang mengelus kepala Fano terhenti begitu saja, dengan cepat aku menjauh dari Fano agar Fano tidak terganggu tidurnya. Saat aku mengecek, sudah ada pesan dari nomor yang aku nggak kenal. 08×××× Sya Aku menahan nafasku. Sepertinya ini nomornya Alex, sebagaimana pun Alex aku tidak boleh bers

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN