"Fano pamit ya, Ma?" Ucap Fano menunggu ibunya menjawab. Dengusan panjang keluar dari Erika, lalu ia mengangguk. "Besok ayah pulang kok," ujar Fano memberitahu, lalu Erika mengangguk lagi. "Iya udah kamu pulang aja," balas Erika. Setelah Erika pergi, Fano terdiam sejenak lalu melangkahkan kakinya keluar rumah Erika dan segera masuk ke dalam mobilnya. Kini ia bertujuan untuk ke rumah Nenek Asya. Cukup lama menempuh perjalanan, akhirnya Fano sampai di depan rumah Nenek Asya. Dengan santai ia melangkahkan kakinya memasuki perkarangan rumah. Langkahnya tiba-tiba saja terhenti karna matanya menangkap tanaman yang tak berada jauh darinya. Bunga tulip berwarna kuning terang tengah mengambil perhatiannya saat ini. Ia teringat dulu sewaktu kecil neneknya sangat menyukai bunga tulip sampai perk

