AUTHOR POV ASYA mengerjapkan matanya beberapa kali untuk menyadarkannya. Silaunya sinar matahari yang menembus kaca jendela kamarnya, membuatnya refleks menyerngit. Pastinya sekarang sudah pagi dan sebaiknya Asya bangun. Namun betapa terkejutnya ia pada saat matanya turun melihat tangan yang melingkar pada perutnya. ketika Asya mendongak, dan ia melihat wajah tampan milik seseorang yang tentunya masih setia memejamkan matanya. Betapa Asya terhipnotis melihat ciptaan tuhan yang kini tepat berapa di depan matanya. Begitu dekat, sehingga tanpa sadar sebelah tangannya terangkat untuk menyentuh pahatan wajah lelaki itu. Namun belum sampai menyentuh, tangan seseorang sudah terlebih dahulu menahannya. Asya tersentak, betapa terkejutnya ia ketika mata Fano tiba-tiba terbuka dan menatapnya dat

