“ Tunggu! Kau ingin aku berubah pikiran dan membantu Bumi Adikara kan? Mungkin aku bisa melakukannya...” Navendra mengulas senyum kemudian mendekati telinga Farzan “ Tapi dengan satu syarat.” Bisiknya Entah apa yang Navendra katakan. Tapi tiba tiba saja Farzan meninjunya karas dan endingnya... Nayara harus mengobati Navendra yang tampak babak belur. Farzan menghajarnya habis habisan walaupun Navendra sama sekali tidak melawan. “ Kakak bilang apa padanya? Mengapa kak Farzan bisa begitu marah?” Tanya Nayara sembari mengompres lebam di pelipis Navendra yang hanya bisa menghela napas kemudian mengulas senyum “ Aku hanya ingin dekat dengan kalian, jadi aku bilang.. aku mau mendonorkan darahku asal aku diizinkan tinggal di sini selama beberapa waktu. Itu saja! Suamimu itu benar benar tempera

