“ Boleh kan?” Tanya Nayara merentangkan tangannya. Farzan terdiam, ia mencoba menghilangkan egonya dan mendekat. Tapi... Saat ia berada di hadapan Nayara... “ Tidurlah! Aku masih memiliki banyak pekerjaan.” Ujarnya kemudian berbalik dan melangkah ke luar. Nayara tentu sangat sedih, ia menangis lepas. Kenapa Farzan sangat sulit melihat ketulusan dan penyesalannya. Apakah sampai Nayara pergi, Farzan akan terus begini? Sementara Farzan... Pria itu menghentikan langkahnya di anak tangga, bola matanya memerah seakan menyembunyikan sesuatu. “ Kunci mobilku!” Pintanya pada pelayan pribadi yang tampak sudah menunggunya di bawah. Farzan bergegas ke luar dari rumah mengendarai salah satu mobil mewahnya. “ Dia mau ke mana?” Tanya Navendra yang tampak baru ke luar dari kamar menyapa pelayan bar

