The Real Psycho

1672 Kata

“ Kau hanya harus melenyapkan darah yang belum bernyawa. Apa susahnya?” Celetuk sebuah suara yang melangkah dari balik kegelapan dengan tangan di dalam saku jas yang ia kenakan Dr. Irfan menghela napas “ Navendra.” Ucapnya mengenali. Benar, itu benar benar Vendra. Cinta pertama Nayara, Putra ke dua Bumi, dan ia masih hidup tanpa kurang sesuatu apa pun. Poin gandanya, Vendra terlihat sangat mengenal Dr. Irfan. Ia bahkan mengulas senyum datar dan memegang pundak sosok di depannya, Vendra merampas uang yang tadi diberikan Nayara ke tangan Dr. Irfan lalu menatap pemuda berjas putih itu tajam. “ Jangan lupa kak Irfan, kau jadi dokter karena kebaikanku. Kau butuh banyak uang bukan? Aku akan memberikanmu 2 kali lebih banyak dari uang ini asalkan kau mau menuruti kemauan Nara, ingat satu hal,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN