Bab 24

1544 Kata

Dean melangkahkan kaki keluar dari ruang kerjanya. Jarum pendek jam di pergelangan tangannya sudah menunjuk angka delapan. Waktunya ia menyudahi lembur. Saat melewati ruangan Direktur utama yang pintunya terbuka sedikit, Pria itu berhenti melangkah karena netranya menangkap cahaya lampu yang masih terang. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Dean langsung membukanya dan menyembulkan kepalanya ke dalam ruangan. "Jangan bilang lo mau tidur di sini lagi." ucapnya ketika melihat Raka yang masih sibuk berkutat dengan laptop di atas meja. Pasalnya, sudah empat hari ini bosnya itu kedapatan tidur di kantor. Meskipun memang ada proyek baru di Bandung, tapi tidak semestinya Raka memaksakan diri untuk segera menyelesaikan pekerjaan hingga tidak pulang. "Nggak." jawab singkat Raka tanpa menoleh.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN