Cahaya lampu led masih berpijar menerangi ruangan kecil itu. Perlahan mata Tiara mulai terbuka ketika telinganya sayup-sayup mendengar suara ayam berkokok. "Bu...." panggilnya lirih. Tubuhnya terasa lemas dan berat. Kepalanya juga terasa pusing. "Nduk... Iki Ibuk, Nduk. (Nak... Ini Ibu, Nak.)" Ibu Lasmi mengusap-usap dahi Tiara dengan penuh sayang. "Wonten pundi niki, Buk? (Di mana ini, Buk?)" tanya gadis itu setelah menyadari ruangan tempatnya tidur ini bukanlah kamarnya. "Enek Puskesmas, Nduk. (Ada di Puskesmas, Nduk.)" jawab Sang ibu dengan lirih. Tiara bersusah payah mengangkat tangan kirinya yang kaku. Air matanya kembali turun saat melihat jarum infus sudah menusuk tangannya. "Maaf, Buk. Tiara mantuk bukane bantu Ibu nanging malah ngrepotne Ibu.... (Maaf, Buk. Tiara pulang bukann

