Bab 21

2436 Kata

Awan kelabu bergerombol menghiasi langit tengah hari melarang sang surya menerangi bumi pertiwi. Gelegar petir mulai bersahutan seolah sedang berperang di atas sana. Musim penghujan kali ini memang tidak main-main, airnya yang deras akan datang tak berukur. "Mau hujan, nih. Makan di kantin lagi aja, ya." Santi meminta persetujuan Tiara setelah keluar dari bilik toilet. "Iya, terserah kamu aja." jawab Tiara yang mencuci tangannya di wastafel depan cermin. Antara yakin dan tak yakin apa dia bisa makan di sana atau tidak. Bukan perihal makanannya atau tempatnya, tapi karena sudah tiga hari terakhir ini pria itu selalu ada di sana dengan si dokter muda. Tiara sudah susah payah membangun benteng pertahanan, tapi saat bangunan itu akan selesai selalu dan selalu runtuh lagi. Tiara tidak mau jik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN