[Dek, aku udah sampai Solo.] Senyum Tiara kembali terukir cerah, secerah mentari pagi yang menyinari Tawangmangu pada hari minggu ini. Dia tadi memang meminta Raka untuk mengabarinya jika sudah sampai di bandara. Dan apa yang ditulis pria itu sungguh bisa membuatnya oleng. Dek, sebutan itu sudah dipakai Raka untuk memanggilnya sejak beberapa hari lalu. Tapi tetap saja itu selalu bisa membuatnya salah tingkah. "Ciyeeeeee, ciyeeeeee...." Tiara melirik seorang pria yang tiba-tiba ada di sampingnya. "Opo to, Mas. (Apa sih, Mas.)" "Mesem-mesem dewe koyo wong stres. (Senyum-senyum sendiri seperti orang gila.)" ejek Andri pada adiknya itu. Tiara tak ambil pusing, dia masih saja tersenyum sambil membalas pesan dari Raka. "Halah, koyo ra tau enom wae lho sampean ki. (Halah, kayak nggak pernah

