Raka mengangguk mendengar Heru berbicara ketika menjelaskan rencana pembangunan hotel. Sesekali Andri ikut menimpali. Raka mengakui jika gabungan dua orang itu sangat pas. Heru dengan keluwesannya berbicara dan Andri yang dengan sigap memperlihatkan rancangan di atas kertas. Mereka bertiga kini sedang ada di tanah lapang bakal tempat dibangunnya hotel. Panas terik matahari di pegunungan itu nyatanya masih membuat Raka gerah. Beruntung dia tadi hanya memakai kemeja tanpa jas. Bukannya tidak menghormati Andri, tapi sejujurnya dia memang tidak suka memakai jenis pakaian itu. Kemarin dia sudah malas untuk berinvestasi saat Heru datang ke Puskesmas dan mengatakan akan melamar Tiara. Namun, Raka sadar, dia tidak boleh egois. Ada Andri yang sudah banyak berkorban untuknya. Ada Tiara yang pasti

