Tiga puluh menit Raka duduk bosan di ruang keluarga. Tiara membutuhkan waktu yang cukup lama hanya untuk berganti baju. Atau jangan-jangan gadis itu tak mau keluar dari kamar. Raka lalu merogoh gawainya yang berada di saku celana. Mencari kontak sayangku dan memanggilnya. Lima detik kemudian ada suara dering telepon yang berada di samping televisi. Langkah panjangnya lalu menuju tempat tersebut. Ada sebuah handphone yang tergeletak dan menampilkan nama Mas Raka di layarnya. Raka tersenyum lebar, hatinya berbunga, diberi nama seperti itu saja dia sudah bahagia. Apalagi jika Tiara memanggilnya langsung dengan sebutan tersebut. "Ekhm." Terdengar deheman yang menginterupsi rasa bahagianya yang tengah membuncah. Diliriknya seseorang yang sudah berdiri di sampingnya sambil berkacak pinggang.

